Cara Menggunakan Rsync untuk Menyinkronkan Direktori Lokal dan Direktori Jauh

Pengantar

Rsync, yang merupakan singkatan dari “remote sync”, adalah alat sinkronisasi berkas jarak jauh dan lokal. Alat ini menggunakan algoritma yang meminimalkan jumlah data yang disalin dengan hanya memindahkan bagian berkas yang berubah.

Dalam panduan ini, kita akan membahas penggunaan dasar utilitas andal ini.

Apa Yang Dimaksud Rsync?

Rsync adalah alat sinkronisasi berkemampuan jaringan yang sangat fleksibel. Karena ketersediaannya di sistem Linux dan sistem semacam Unix serta popularitasnya sebagai alat untuk skrip sistem, alat ini disertakan di hampir semua distribusi Linux secara asali.

Sintaks Dasar

Sintaks dasar rsync sangat sederhana dan beroperasi dalam cara yang mirip ssh, scp, dan cp.

Kita akan membuat dua direktori pengujian dan beberapa berkas pengujian dengan perintah berikut:

  • cd ~
  • mkdir dir1
  • mkdir dir2
  • touch dir1/file{1..100}

Kini kita memiliki direktori bernama dir1 dengan 100 berkas kosong di dalamnya.

  • ls dir1
Outputfile1    file18  file27  file36  file45  file54  file63  file72  file81  file90 file10   file19  file28  file37  file46  file55  file64  file73  file82  file91 file100  file2   file29  file38  file47  file56  file65  file74  file83  file92 file11   file20  file3   file39  file48  file57  file66  file75  file84  file93 file12   file21  file30  file4   file49  file58  file67  file76  file85  file94 file13   file22  file31  file40  file5   file59  file68  file77  file86  file95 file14   file23  file32  file41  file50  file6   file69  file78  file87  file96 file15   file24  file33  file42  file51  file60  file7   file79  file88  file97 file16   file25  file34  file43  file52  file61  file70  file8   file89  file98 file17   file26  file35  file44  file53  file62  file71  file80  file9   file99 

Kita juga memiliki direktori kosong bernama dir2.

Untuk menyinkronkan isi dir1 ke dir2 di sistem yang sama, ketikkan:

  • rsync -r dir1/ dir2

Opsi -r berarti rekursif, yang diperlukan untuk sinkronisasi direktori.

Kita juga dapat menggunakan bendera -a sebagai gantinya:

  • rsync -a dir1/ dir2

Opsi -a adalah bendera kombinasi. Ini adalah singkatan dari “archive” yang secara rekursif menyinkronkan dan mempertahankan tautan simbolis, berkas khusus dan berkas perangkat, waktu modifikasi, grup, pemilik, dan izin. Ini lebih umum digunakan daripada -r dan biasanya inilah yang ingin Anda gunakan.

Catatan Penting

Anda mungkin telah memperhatikan bahwa ada garis miring (/) di akhir argumen pertama dalam perintah di atas:

  • rsync -a dir1/ dir2

Ini berarti “isi dari dir1”. Alternatifnya, tanpa garis miring, adalah menempatkan dir1 termasuk direktorinya dalam dir2. Ini akan menghasilkan hierarki yang terlihat seperti berikut:

  • ~/dir2/dir1/[files]

Selalu periksa kembali argumen Anda sebelum mengeksekusi perintah rsync. Rsync menyediakan metode untuk melakukannya dengan memberikan opsi -n atau --dry-run. Bendera -v (singkatan dari verbose) juga diperlukan untuk mendapatkan keluaran yang sesuai:

  • rsync -anv dir1/ dir2
Outputsending incremental file list ./ file1 file10 file100 file11 file12 file13 file14 file15 file16 file17 file18 . . . 

Bandingkan keluaran ini dengan keluaran yang kita dapatkan bila menghapus garis miring di belakang:

  • rsync -anv dir1 dir2
Outputsending incremental file list dir1/ dir1/file1 dir1/file10 dir1/file100 dir1/file11 dir1/file12 dir1/file13 dir1/file14 dir1/file15 dir1/file16 dir1/file17 dir1/file18 . . . 

Anda dapat melihat di sini bahwa direktori itu telah ditransfer.

Cara Menggunakan Rsync untuk Menyinkronkan dengan Sistem Jauh

Menyinkronkan ke sistem jauh adalah masalah sepele jika Anda memiliki akses SSH ke mesin jauh dan rsync yang terinstal di kedua mesin. Setelah akses SSH diverifikasi di antara kedua mesin, Anda dapat menyinkronkan folder dir1 dari folder sebelumnya ke komputer jauh menggunakan sintaks ini (perhatikan bahwa dalam hal ini, kita ingin mentransfer direktori sebenarnya, jadi kita meniadakan garis miring):

Ini disebut operasi “push” karena mendorong direktori dari sistem lokal ke sistem jauh. Operasi lawannya adalah “pull”(tarik). Operasi ini digunakan untuk menyinkronkan direktori jauh ke sistem lokal. Jika dir1 berada di sistem jauh, bukan di sistem lokal kita, sintaksnya menjadi:

Seperti cp dan alat serupa, sumber selalu menjadi argumen pertama, dan tujuannya selalu menjadi yang kedua.

Opsi Berguna untuk Rsync

Rsync menyediakan banyak opsi untuk mengubah perilaku asali utilitas. Kita sudah membahas beberapa bendera yang lebih diperlukan.

Jika Anda mentransfer berkas yang belum dikompresi, seperti berkas teks, Anda dapat mengurangi transfer jaringan yang menambahkan kompresi dengan opsi -z:

  • rsync -az source destination

Bendera -P akan sangat berguna. Ini menggabungkan bendera --progress dan --partial. Bendera pertama menunjukkan bilah progres transfer dan bendera kedua memungkinkan Anda melanjutkan transfer yang terhenti:

  • rsync -azP source destination
Outputsending incremental file list ./ file1            0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#1, to-check=99/101) file10            0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#2, to-check=98/101) file100            0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#3, to-check=97/101) file11            0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#4, to-check=96/101) . . . 

Jika menjalankan lagi perintah ini, kita akan mendapatkan keluaran yang lebih pendek, karena tidak ada perubahan yang dibuat. Ini menggambarkan kemampuan rsync untuk menggunakan waktu modifikasi dalam menentukan keberadaan perubahan yang dibuat.

  • rsync -azP source destination
Outputsending incremental file list sent 818 bytes received 12 bytes 1660.00 bytes/sec total size is 0 speedup is 0.00 

Kita dapat memperbarui waktu modifikasi di beberapa berkas dan melihat bahwa rsync secara cerdas hanya menyalin kembali berkas yang diubah:

  • touch dir1/file{1..10}
  • rsync -azP source destination
Outputsending incremental file list file1             0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#1, to-check=99/101) file10             0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#2, to-check=98/101) file2             0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#3, to-check=87/101) file3             0 100%    0.00kB/s    0:00:00 (xfer#4, to-check=76/101) . . . 

Agar kedua direktori tetap sinkron, kita perlu menghapus berkas dari direktori tujuan jika telah dihapus dari sumber. Secara asali, rsync tidak menghapus apa pun dari direktori tujuan.

Kita dapat mengubah perilaku ini dengan opsi --delete. Sebelum menggunakan opsi ini, gunakan opsi --dry-run dan lakukan pengujian untuk mencegah kehilangan data:

  • rsync -a --delete source destination

Jika Anda ingin mengecualikan berkas atau direktori tertentu yang berada di dalam direktori yang akan disinkronkan, Anda dapat melakukannya dengan memasukkannya dalam daftar yang dipisah koma setelah opsi --exclude=:

  • rsync -a --exclude=pattern_to_exclude source destination

Jika telah menentukan pola untuk mengecualikan, kita dapat mengesampingkan pengecualian untuk berkas yang cocok dengan pola berbeda menggunakan opsi --include=.

  • rsync -a --exclude=pattern_to_exclude --include=pattern_to_include source destination

Terakhir, opsi --backup rsync dapat digunakan untuk menyimpan cadangan berkas penting. Ini digunakan bersama opsi --backup-dir, yang menentukan direktori tempat menyimpan berkas cadangan.

  • rsync -a --delete --backup --backup-dir=/path/to/backups /path/to/source destination

Kesimpulan

Rsync dapat menyederhanakan transfer berkas melalui koneksi jaringan dan menambahkan fleksibilitas pada sinkronisasi direktori lokal. Fleksibilitas rsync membuatnya menjadi opsi yang tepat untuk banyak operasi dengan tingkat berkas yang berbeda.

Penguasaan rsync memungkinkan Anda merancang operasi pencadangan yang kompleks dan memperoleh kontrol mendetail atas apa yang ditransfer serta caranya.